Sabtu, 01 Februari 2014


ANALISIS VEGETASI
Wendra Priatama, A1C411073
Program Studi Pendidikan Biologi
Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
Abstrak
Analisis vegetasi merupakan cara mempelajari susunan komposisi jenis dan bentuk atau struktur vegetasi atau seluruh  tumbuhan. Vegetasi sendiri merupakan hal yang sangat kompleks sehingga pengkajiannya tidak mudah dilakukan. Vegetasi di suatu tempat akan berbeda dengan vegetasi di tempat lain. Hal ini dikarenakan faktor lingkungan yang berbeda pula. Untuk menganalisis suatu vegetasi dibutuhkan data spesies tumbuhan beserta diameter dan tinggi pohon tumbuhan tersebut. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, peranan, penyebaran, dan struktur dari suatu tipe vegetasi yang diamati.Praktikum ini dilaksanakan pada hari senin, 8 Desember 2013, pukul 08.00 WIB. Bertempat di agroforest kompleks percandian muaro jambi. Percobaan dilakukan dengan membuat petak dengan ukuran 10 x 10 meter dan petak dibuat berselang selingTumbuhan yang termasuk dalam analisis ini adalah tumbuhan pohon, perdu dan semak.
Kata kunci:Analisis,vegetasi, agroforest

I.PENDAHULUAN
Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Salah satu pembahasan ekologi adalah analisis vegetasi.
Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut terdapat interaksi yang erat, baik diantara sesama individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun dengan organisme  lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta      dinamis (Irwan, 2007:98).
Vegetasi menggambarkan perpaduan berbagai jenis tumbuhan di suatu wilayah atau daerah. Suatu tipe vegetasi menggambarkan suatu daerah dari segi penyebaran tumbuhan yang ada baik secara ruang dan waktu
Analisis vegetasi ditujukan untuk mempelajari tingkat suksesi, evaluasi hasil pengendalian gulma, perubahan flora (shifting) sebagai akibat metode pengendalian tertentu dan evaluasi herbisida (trial) untuk menentukan aktivitas suatu herbisida terhadap jenis gulma di lapangan.
Pada praktikum ini akan dilakukan pengamatan vegetasi yang hidup di perkebunan agroforestry yang ada disekitar kompleks percandian muaro jambi. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, peranan, penyebaran dan struktur dari vegetasi
II. KAJIAN PUSTAKA
Analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan (komposisi jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Untuk suatu kondisi hutan yang luas, maka kegiatan analisa vegetasi erat kaitannya dengan sampling, artinya kita cukup menempatkan beberapa petak contoh untuk mewakili habitat tersebut. Dalam sampling ini ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu jumlah petak contoh, cara peletakan petak contoh dan teknik analisa vegetasi yang digunakan (Soerianegara, 2005).
Analisis vegetasi dapat digunakan untuk mempelajari susunan dan bentuk vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan: 1) Mempelajari tegakan hutan, yaitu pohon dan permudaannya.2) Mempelajari tegakan tumbuhan bawah, yang dimaksud tumbuhan bawah adalah suatu jenis vegetasi dasar yang terdapat di bawah tegakan hutan kecuali permudaan pohon hutan, padang rumput/alang-alang dan vegetasi semak belukar (Tjitrosoepomo,2002 :77).
Menurut Syafei (1990:76) dalam ilmu vegetasi telah dikembangkan berbagai metode untuk menganalisis suatu vegetasi yang sangat membantu dalam mendekripsikan suatu vegetasi sesuai dengan tujuannya. Dalam hal ini suatu metodologi sangat berkembang dengan pesat seiring dengan kemajuan dalam bidangbidang pengetahuan lainnya, tetapi tetap harus diperhitungkan berbagai kendala yang ada
Pengamatan parameter vegetasi berdasarkan bentuk hidup pohon, perdu, serta herba. Suatu ekosistem alamiah maupun binaan selalu terdiri dari dua komponen utama yaitu komponen biotik dan abiotik. Vegetasi atau komunitas tumbuhan merupakan salah satu komponen biotik yang menempati habitat tertentu seperti hutan, padang ilalang, semak belukar dan lain-lain. Struktur dan komposisi vegetasi pada suatu wilayah dipengaruhi oleh komponen ekosistem lainnya yang saling berinteraksi, sehingga vegetasi yang tumbuh secara alami pada wilayah tersebut sesungguhnya merupakan pencerminan hasil interaksi berbagai faktor lingkungan dan dapat mengalami perubahan drastik karena pengaruh anthropogenik (Anonim, 2009).
Menurut Syafei (1990), metodologi-metodologi yang umum dan sangat efektif serta efisien jika digunakan untuk penelitian, yaitu metode kuadrat, metode garis, metode tanpa plot dan metode kwarter. Akan tetapi dalam praktikum kali ini hanya menitik beratkan pada penggunaan analisis dengan metode garis dan metode intersepsi titik (metode tanpa plot).
III.BAHAN DAN METODE
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah tali rafia untuk pembatas petak atau plot, pasak kayu, meteran, pena serta hutan yang menjadi tempat analisis vegetasi. Analisis vegetasi dilakukan dengan menarik tali  sepanjang 100 meter, kemudian dibuat plot/petak dengan ukuran 10 x 10 meter sebanyak 10 plot. Plot dibuat secara berselang seling. Setiap kelompok praktikan menangani 1 plot. Dicatat spesies apa saja yang ditemukan dan dilakukan pengukuran terhadap keliling dari pohon yang ada didalam tiap plot tersebut. Dikumpulkan data jumlah dan diameter keliling batang dari spesies yang ditemukan untuk smua plot.
IV.HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL
4.1.1Hasil plot besar (10m x 4m)
NO
NAMA TUMBUHAN
JUMLAH
1
Pohon Duku(Lansium domesticum)
3
2
Pohon coklat (Theobroma cacao)
2
3
Pohon jengkol (Pitchelebium jiringa)
1

4.1.2Tabel hasil pengukuran diameter pohon
No
Spesies
Keliling (cm)
r (cm)
Diameter (cm)
1
Pohon duku I
43,3 cm
6,89 cm
13,79 cm
2
Pohon duku II
24,8 cm
3,94 cm
7,89 cm
3
Pohon duku II
18,46 cm
2,94 cm
5,88 cm
4
Pohon coklat I
10,18 cm
1,62 cm
3,24 cm
5
Pohon coklat II
12,1 cm
1,92 cm
3,85 cm
6
Pohon Jengkol
8,9 cm
1,41 cm
2,83 cm

4.1.3 Hasil plot kecil (1 x 4m)
NO
NAMA TUMBUHAN
JUMLAH
1
Sereh(Cymbopogon citratus)
3
2

Paku kawat (Lygodium scandens)

2
3
Rumput jerungkung
1
4
Rumput satunggit
4
5
Rumput sambau
3
6
Rumput teki (Cyperus rotundus)
3

1.2  PEMBAHASAN
Pada praktikum analisis vegetasi ini telah dilakukan pengamatan vegetasi yang  ada  di perkebunan agroforest di sekitar kompleks percandian muaro jambi. Pengamatan ini dilakukan dengan metode plot kuadran. Menurut (Rohman, 2001) metode plot kuadrat adalah  entuk pengambilan sampel berupa segi empat atau lingkaran yang menggambarkan luas area tertentu. Luasnya bisa bervariasi sesuai dengan bentuk vegetasi atau ditentukan dahulu luas minimumnya.
Plot yang digunakan dengan dua macam ukuran yakni plot besar dan plot kecil. Plot besar berukuran10x10 m dan 1x1. Vegetasi vegetasi yang diamati  pada masing masing plot berbeda. Untuk plot besar yang diamati hanya vegetasi yang kategori pohon-pohon dan tiang saja. Sementara untuk plot plot kecil yang diamati hanya kategori semak dan perdu saja.
Setelah dilakukan analisis Adapaun vegetasi yang ditemukan bejumlah 9 jenis vegetasi. Adapun yang berhasil didentifikasi hanya 6 jenis saja. Selebihnya tidak dapat teridentifikasi. Jenis jenis ini ditemukan pada pada plot besar dan plot kecil.
Pada plot besar jenis-jenis vegetasinya ada 3 diantaranya adalah pohon duku(Lansium domesticum) berjumlah 3 batang, pohon cokelat(Theobroma cacao) 2 batang dan pohon jengkol (Pitchelebium jiringa)sebanyak 1 batang. Untuk masing masing pohon memiliki diameter yang berbeda satu sama lain.
Selanjutnya pengamatan plot kecil yang diamati hanya vegetasi golongan semak dan perdu saja. Hal ini dikarenakan mengingat plotnya berukuran kecil. Adapun jenis-jenis vegetasi yang ditemukan pada plot ini adalah 6 jenis diantaranya adalah sereh(Cymbopogon citratus) sebanyak 3 rumpun, paku kawat (Lygodium scandens) 2 rumpun, rumput jerungkung 1 rumpun, rumput satunggit 4 rumpun serta rumput sumbau dan rumput teki (Cyperus rotundus) masing masing 3 rumpun.
Menurut Syafei (1990), variasi struktur dan komposisi tumbuhan dalam suatu komunitas dipengaruhi antara lain oleh fenologi, dispersal, dan natalitas. Keberhasilannya menjadi individu baru dipengaruhi oleh vertilitas dan ekunditas yang berbeda setiap spesies sehingga terdapat perbedaan struktur dan komposisi masing-masing spesies.
Dalam komunitas vegetasi, tumbuhan yang mempunyai hubungan di antara mereka, mungkin pohon, semak, rumput, lumut kerak dan Thallophyta, tumbuh-tumbuhan ini lebih kurang menempati strata atau lapisan dari atas ke bawah secara horizontal ( Kimbal ,1999:91).
V. KESIMPULAN
            Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulkan yaitu Analisis Vegetasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pesatnya penyebaran suatu spesies pada suatu area pangamatan/penelitian.. adapun  jumlah vegetasi yang ditemukan adalah sebanyak 9 spesies. Dari 9 spesies yang ditemukan 5 diantaranya berhasil di identifikasi dan sisanya tidak teridentifikas.

DAFTAR PUSTAKA
Irwan. 2007. Prinsip-Prinsip Ekologi. Bumi Aksara: Jakarta.
Kimball. 1999.  Biologi Edisi kelima Jilid II . Jakarta : Erlangga.
Rohman, Fatchur.dkk. 2001. Petunjuk Praktikum Ekologi Tumbuhan. Malang:
JICA.
Soerianegara, 2005. Ekologi Hutan Indonesia. FakultasKehutanan InstitutPertanian Bogor.
Syafei. 1990. Pengantar Ekologi Tumbuhan. Bandung: ITB.
Tjitrosoepomo. 2002. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar